Massa aksi unjuk rasa Korea Selatan bentrok dengan polisi

Aksi unjuk rasa di Seoul, Korea Selatan ini termasuk yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Aksi unjuk rasa di Seoul, Korea Selatan ini termasuk yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Petugas keamanan di Seoul, Korea Selatan bentrok dengan demonstran dalam salah satu aksi unjuk rasa terbesar yang digelar di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk menghalau massa yang menuntut pengunduran diri presiden konservatif Park Geun-hye.

Menurut polisi, ada puluhan ribu orang yang ikut serta dalam aksi massa tersebut.

Berbagai kelompok yang turun dalam aksi termasuk dari serikat pekerja yang menolak kebijakan-kebijakan pro-bisnis presiden Korea Selatan.

Polisi berusaha menghalau massa yang berusaha menembus barikade dengan menggunakan gas air mata dan meriam air.

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Polisi berusaha menghalau massa yang berusaha menembus barikade dengan menggunakan gas air mata dan meriam air.

Kelompok lain memprotes <link type="page"><caption> kewajiban memakai buku sejarah tunggal yang disahkan pemerintah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151012_majalah_korea_sejarah" platform="highweb"/></link>, karena menurut mereka menghapus sejarah diktator Korea Selatan di masa lalu.

Banyak dari mereka yang menyerukan, "Park Geun-hye, turun". Polisi menggunakan gas air mata saat beberapa dari mereka berusaha menembus barikade polisi saat bergerak menuju istana presiden.

Park Geun-hye, presiden perempuan pertama Korea Selatan, terpilih dua tahun lalu.

Dia terus mendorong rencana kontroversial untuk membuat pasar tenaga kerja lebih fleksibel dengan memberi kemudahan bagi pengusaha untuk memecat pekerja.