Perundingan budak seks dipercepat Jepang dan Korsel

Sumber gambar, Reuters
Jepang dan Korea Selatan sepakat untuk mempercepat perundingan untuk menyelesaikan pertikaian tentang wanita Korea yang dipaksa bekerja di tempat pelacuran Jepang pada Perang Dunia Kedua.
Masalah jugun ianfu ini telah menghambat hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah dilakukannya pertemuan resmi pertama dalam tiga tahun antara Perdana Menteri Korea Selatan, Park Geun-hye, dan rekannya dari Jepang, Shinzo Abe.
Sekitar 200.000 wanita diperkirakan dijadikan <link type="page"><caption> budak seks oleh Jepang selama Perang Dunia Kedua</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/01/140126_majalahlain_jugun_ianfu_jepang" platform="highweb"/></link>, dan kebanyakan dari mereka adalah warga Korea.
Perempuan lain berasal dari Cina, Filipina, Indonesia, dan Taiwan.
Jepang telah meminta maaf sebelumnya atas 'rasa sakit dan penderitaan' para wanita tersebut, tetapi Korea Selatan menginginkan permintaan maaf yang lebih tegas dan ganti rugi bagi para korban.
Park mengatakan masalah jugun ianfu adalah 'hambatan terbesar' terhadap usaha perbaikan hubungan Korea Selatan dan Jepang.
"Dia menekankan masalah ini harus segera diselesaikan lewat cara yang dapat diterima rakyat kami," kata seorang penasehatnya.
Sebelumnya Park menyatakan harapan KTT akan 'menyembuhkan luka masa lalu'.










