Korea Utara dan Korea Selatan lakukan pertemuan ‘langka’

Sumber gambar, AP
Pejabat Korea Utara dan Korea Selatan, mengadakan pertemuan ‘langka’, Kamis (26/11) waktu setempat, untuk memperbaiki ketegangan panjang setelah perselisihan militer terjadi Agustus lalu.
Pertemuan berlangsung di Desa Panmunjom, di zona demiliterisasi, perbatasan kedua negara.
Ketegangan antara dua negara di semenanjung Korea itu, Agustus lalu, dipicu sebuah ledakan di perbatasan yang mengakibatkan dua tentara Korea Selatan, terluka.
Pertemuan-pertemuan saat itu berujung pada kesepakatan bahwa kedua negara mengurangi konfrontasi militer.
Wartawan BBC, Stephen Evans di Seoul mengungkapkan, rapat Kamis ini adalah tindak lanjut, karena mulai muncul kembali rasa saling tidak percaya.

Sumber gambar, b
Tidak ada isu besar yang akan dibicarakan. Namun, kemungkinan lebih kepada peningkatan level senioritas perwakilan yang bertemu.
Pada Juni 2013, kedua pihak setuju untuk bertemu. Pertemuan tersebut diklaim akan menjadi pertemuan ‘tingkat-tinggi’ pertama dalam 6 tahun.
Namun, beberapa hari menjelang pertemuan, Pyongyang membatalkan secara sepihak, dengan alasan level senioritas perwakilan dari Korea Selatan, tidak seperti yang mereka harapkan.
Kurangi ketegangan
Pada 4 Agustus, dua tentara Korea Selatan mengalami luka berat di perbatasan karena terkena ranjau, yang diduga ditanam oleh Korea Utara. Namun, Korea Utara membantah tudingan itu.
Korea Selatan pun memulai propaganda yang disiarkan di Korea Utara, yang membuat Pyongyang geram dan mendeklarasikan “situasi semi-perang”, serta mulai mengirim tentara-tentaranya ke perbatasan.
Namun, setelah pembicaraan, yang juga dilangsungkan di Panmunjom, kedua negara mencapai kesepakatan untuk mengurangi ketegangan. Korea Selatan setuju untuk menghentikan siaran propaganda, sementara Korea Utara sepakat menarik pasukannya.

Mereka juga setuju untuk memulai misi untuk mempertemukan kembali keluarga-keluarga yang terpisah karena Perang Korea 1950-1953, yang saat itu berakhir dengan genjatan senjata hingga sekarang.
Ini berarti hingga sekarang, secara teknis, Korea Utara dan Korea Selatan masih berperang.









