Jepang dan Korsel setujui kesepakatan budak seks

Sumber gambar, AFP Getty
Jepang dan Korea Selatan menyepakati persetujuan bersejarah untuk mengatasi masalah "budak seks" yang dipaksa bekerja di tempat pelacuran Jepang selama Perang Dunia Kedua.
<link type="page"><caption> Jepang menawarkan permintaan maaf dan pembayaran US$8,3 juta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151225_dunia_jepang_korsel" platform="highweb"/></link> atau Rp113 miliar untuk dana bagi korban yang dikelola Korea Selatan.
Masalah ini sejak lama membuat hubungan kedua negara tegang.
Korea Selatan menuntut permintaan maaf yang lebih serius dan ganti rugi bagi para korban.
Persetujuan ini merupakan kesepakatan pertama terkait masalah ini sejak tahun 1965 dan tercapai setelah ke dua pihak sepakat mempercepat perundingan.
Pengumuman dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida tiba di Seoul untuk berunding dengan rekannya Yun Byung-se.
Usai pertemuan Kishida mengatakan kepada para wartawan bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan permintaan maaf sedalam-dalamnya.
"Abe, sebagai perdana menteri Jepang, menyampaikan permintaan maaf dari dalam hatinya," kata Kishida.
Tidak kurang dari 200.000 wanita diperkirakan dipaksa menjadi budak seks bagi tentara Jepang selama Perang Dunia Kedua, sebagian besar warga Korea. Hanya 46 orang yang masih hidup di Korea Selatan.









