Hillary Clinton tolak minta maaf kepada Donald Trump

Hillary Clinton mengklaim bahwa kelompok ISIS menggunakan pernyataan Donald Trump untuk menggaet simpatisan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Hillary Clinton mengklaim bahwa kelompok ISIS menggunakan pernyataan Donald Trump untuk menggaet simpatisan.

Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menolak minta maaf dan berkeras pada klaimnya bahwa kelompok ISIS menggunakan pernyataan pelarangan muslim yang disampaikan Donald Trump untuk menarik pengikut.

“Jelas tidak. Hillary Clinton tidak akan meminta maaf kepada Donald Trump karena menunjukkan dengan tepat bagaimana retorikanya yang penuh kebencian hanya akan membantu (ISIS) merekrut teroris,” kata juru bicara Clinton, Brian Fallon, kepada CNN.

Fallon maupun tim kampanye Clinton tidak menyebut secara spesifik video ISIS yang menampilkan pernyataan Trump. Namun, dalam acara debat, Sabtu (19/12), Clinton menyebut kandidat presiden AS dari Partai Republik itu telah menjadi ‘perekrut terbaik’ untuk kelompok ISIS sehubungan dengan <link type="page"><caption> idenya agar kaum muslim dilarang masuk AS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151208_dunia_amerika_trump_muslim" platform="highweb"/></link>.

Trump membantah klaim Clinton dan menuntut istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut minta maaf.

“Dia berbohong tentang segala hal,” kata Trump seraya menambahkan bahwa Hillary Clinton mengada-ada soal video ISIS.

Donald Trump menuntut Hillary Clinton minta maaf.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Donald Trump menuntut Hillary Clinton minta maaf.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama menuding Trump sedang mengeksploitasi kemarahan dan ketakutan kelas pekerja AS dalam situasi ekonomi saat ini.

Ekonomi dan perubahan demografi, kata Obama, memungkinkan Trump menyebarkan ide-idenya.

Trump mendapat kecaman global saat menyampaikan ide pelarangan kaum muslim, yang disampaikan beberapa hari setelah serangan di pusat kesehatan di San Bernardino, California oleh pasangan Muslim.

Jajak pendapat menunjukkan <link type="page"><caption> mayoritas warga Amerika menolak ide Trump</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151210_dunia_hillary" platform="highweb"/></link> untuk melarang kaum muslim, namun 25% responden mendukungnya.