Universitas di Skotlandia cabut gelar kehormatan Donald Trump

Trump dinilai tidak sejalan lagi dengan Universitas Robert Gordon.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Trump dinilai tidak sejalan lagi dengan Universitas Robert Gordon.

Universitas Robert Gordon (URG) di Skotlandia mencabut gelar kehormatan yang telah diberikan kepada Donald Trump, 2010 silam, setelah bakal calon presiden Amerika itu meminta agar Muslim dilarang masuk ke Amerika.

Pernyataan Trump disebut “betul-betul tidak sejalan” dengan etos dan nilai-nilai yang dianut URG.

Juru bicara URG mengungkapkan, “Pada 2010, Trump dianugerahi gelar kehormatan karena prestasinya sebagai wirausahawan dan pebisnis.”

Selain itu, Menteri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon, juga mencabut jabatan duta bisnis Skotlandia dari Trump.

Trump telah menjabat posisi tersebut sejak 2006. Namun, juru bicara pemerintahan Skotlandia mengungkapkan “pernyataan Donald Trump telah menunjukkan kalau dia tidak lagi cocok menjadi duta bisnis untuk Skotlandia”.

“Seekstrim” teroris

Trump, yang ibunya berasal dari Pulau Lewis, Skotlandia, masih memimpin bursa bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik untuk pilpres tahun depan.

Pernyataan Trump tentang muslim, mendapat kecaman dari berbagai penjuru dunia.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pernyataan Trump tentang muslim, mendapat kecaman dari berbagai penjuru dunia.

Dia meminta agar Muslim dilarang masuk ke Amerika, menyusul penembakan massal yang terjadi di San Bernardino, California.

Di Skotlandia, Taipan properti tersebut memiliki lapangan golf di Aberdeen dan Turnberry, serta hotel di Ayrshire.

Sebuah petisi yang meminta agar Trump dilarang masuk ke Inggris, telah ditandatangani lebih 300 ribu orang.

Salah satu yang menandatanganinya adalah Nabeel Shaikh, Sekjen Mesjid Raya Glasgow, yang menyebut komentar Trump “seekstrim” teror yang dilakukan kelompok ekstrimis.