Malala kecam pernyataan Trump terkait larangan Muslim

Sumber gambar, Reuters
Malala Yousafzai mengecam desakan bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, untuk melarang Muslim memasuki AS.
Pemenang Nobel Perdamaian itu mengatakan komentar Trump 'penuh kebencian' dan menyalahkan warga Muslim terkait terorisme hanya akan 'lebih banyak teroris yang radikal'.
Dia berbicara pada acara memperingati satu tahun sejak serangan Taliban terhadap sebuah sekolah di Peshawar, Pakistan, yang menewaskan 150 orang dengan korban sebagian besar anak-anak.
Pada tahun 2012, Malala sendiri ditembak kepalanya oleh Taliban.
Sekolah dan universitas di Pakistan ditutup pada hari Rabu (16/12) <link type="page"><caption> untuk memperingati satu tahun pembantaian Peshawar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151216_dunia_peshawar_pembantaian" platform="highweb"/></link>.
Presiden, perdana menter,i dan panglima militer Pakistan bergabung dengan korban selamat dan keluarga yang berduka pada upacara di Army Public School dimana pembantaian dilakukan.
<link type="page"><caption> Trump meminta penghentian Muslim memasuki Amerika</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151210_trensosial_donaldtrump_fakta" platform="highweb"/></link> sampai pemerintah 'memahami' sikap Muslim terhadap negara, setelah <link type="page"><caption> penembakan oleh Syed Farook dan istrinya Tashfeen Malik di San Bernardino,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151207_dunia_california_penembak" platform="highweb"/></link> Amerika Serikat, yang menewaskan 14 orang.
Pernyataannya mengundang kritik meluas di AS termasuk dari sesama pendukung partai Republik.









