Para pengusaha Muslim kaya 'bantu' Trump bangun kerajaan bisnis

Sumber gambar, Getty
- Penulis, Mohamad Susilo
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Sejumlah penerbitan menurunkan laporan tentang hubungan dekat Donald Trump dan para pengusaha kaya Muslim, terutama dari Timur Tengah, setelah Trump mengusulkan pelarangan orang-orang Islam memasuki Amerika Serikat.
Trump, bakal calon presiden dari Partai Republik, memicu kecaman setelah memaparkan keinginan <link type="page"><caption> melarang orang-orang Islam memasuki Amerika</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151208_dunia_amerika_trump_muslim" platform="highweb"/></link> karena Muslim ia anggap "mendorong kebencian terhadap Amerika".
Trump mengatakan sampai wakil-wakil pemerintah "memahami fenomena sosial" ini maka orang-orang Islam harus dilarang masuk ke Amerika.
Tak lama setelah Trump secara terbuka mengemukakan desakan ini, sejumlah situs penerbitan memaparkan bagaimana para pengusaha Muslim "membantu Trump membangun kerajaan bisnisnya".
Situs The Daily Beast memasang judul Trump hanya suka dengan orang-orang Islam yang memberinya uang dengan isi artikel yang membeberkan kesepakatan-kesepakatan bisnis Trump dengan sejumlah pengusaha dari negara-negara Teluk untuk membangun perumahan, apartemen, dan lapangan golf.
Kaji ulang hubungan
Beberapa properti ini menggunakan nama Trump sebagai merek.
Situs berita bisnis Quartz memilih judul Orang-orang Islam kaya membantu Donald Trump membangun kerajaan bisnis.
Selain menyinggung bisnis Trump di Timur Tengah, Quartz juga memberitakan bahwa Qatar Airways adalah salah satu penyewa gedung perkantoran Tower Trump di Manhattan, New York, sejak 2008.

Sumber gambar, Getty
Tidak diketahui biaya sewa yang harus dibayar Qatar Airways, tapi tarif sewa di sini mulai dari US$19.000 hingga lebih dari US$100.000 per bulan.
Pernyataan Trump soal Islam ini dikecam berbagai kalangan, dari <link type="page"><caption> pejabat pemerintah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151209_dunia_pentagon" platform="highweb"/></link>, bakal calon presiden Demokrat Hillary Clinton, hingga <link type="page"><caption> organisasi pro-Yahudi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151208_yahudi_trump_islam" platform="highweb"/></link> di Amerika.
Sementara itu tajuk rencana ArabianBusiness.com mendesak para pengusaha Timur Tengah mengkaji ulang hubungan mereka dengan Trump.









