Satu tahun setelah pembantaian sekolah Peshawar

khaula
Keterangan gambar, Khaula Bibi (kanan) adalah korban termuda dan satu-satunya murid perempuan yang meninggal dalam pembantaian.

Pejabat Army Public School, APS, di Peshawar Pakistan telah melakukan perbaikan besar-besaran untuk menghapus ingatan terhadap serangan tanggal 16 Desember 2014 oleh Taliban yang menewaskan 150 orang.

Tetapi peringatan tahun pertama ini tetap memperlihatkan luka, lapor wartawan BBC M Ilyas Khan.

Alatf Hussain, seorang guru bahasa Inggris di sekolah umum militer tersebut memandang dirinya seorang pria yang kuat, namun penyesalan tetap dirasakannya selama setahun ini.

Dia cedera karena serangan itu, tetapi meninggalnya anak perempuannya yang berumur enam tahun, Khaula Bibi, yang lebih menyakitkan.

Hussain bergabung ke APS pada bulan Agustus 2014, hanya empat bulan sebelum pembantaian.

Murid di Peshawar

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para murid menyalakan liling mengenang korban serangan tahun lalu.

Dia memindahkan keluarganya ke Peshawar dari kota asalnya, Balakot.

Dua anak laki-lakinya diterima di Kelas Tujuh, sementara Khaula lolos ke Kelas Satu pada tanggal 15 Desember 2014.

Sehari kemudian, dia menjadi <link type="page"><caption> korban termuda dan satu-satunya murid perempuan yang meninggal dalam pembantaian</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151202_dunia_pakistan_peshawar" platform="highweb"/></link> Taliban.

"Kami berada di lab komputer lantai satu, mengambil fotonya untuk dicetak di formulir penerimaan, ketika kami mendengar tembakan," kata Hussain.

Pembantaian ini memicu penggerebekan terhadap milisi Islamis, dibentuknya pengadilan militer untuk memproses para terduga pelaku dan dilanjutkannya hukuman mati setelah sempat dihentikan selama enam tahun.