Serangan Inggris terhadap ISIS di Suriah tidak sebentar

Sumber gambar, Getty
Operasi serangan udara militer Inggris terhadap kelompok milisi ISIS di Suriah memerlukan waktu yang tidak sebentar dan membutuhkan kesabaran, kata Perdana Menteri David Cameron.
Setelah sejumlah <link type="page"><caption> pesawat tempur Angkatan Udara Inggris melancarkan gempuran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_serangan_inggris_isis" platform="highweb"/></link> pada Kamis (03/12), Cameron menegaskan bahwa misi di Suriah tergolong rumit dan kompleks.
“Yang diminta dari para pilot kita adalah sulit dan kompleks. Pikiran kita seharusnya ditujukan kepada mereka dan keluarga mereka saat mereka memulai tugas penting ini,” kata Cameron.
Dia mengatakan bahwa <link type="page"><caption> keputusan parlemen yang menyetujui aksi militer di Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151202_dunia_inggris_suriah" platform="highweb"/></link> “baik untuk negeri ini”.
“Ada dorongan untuk meluaskan serangan udara dari Irak hingga Suriah. Saya gembira melihat sokongan yang kuat di parlemen,” kata Cameron.
Ladang minyak
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut sejumlah pesawat tempur jenis Tornado telah menggempur enam target di Suriah. Salah satu target yang dihantam, menurut koresponden pertahanan BBC, Frank Gardner, ialah ladang minyak Omar di bagian timur Suriah yang dikelola ISIS.
Berdasarkan pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris, ladang minyak itu diserang guna mencegah ISIS menggunakan minyak untuk mendanai aksi terorisme. Ladang minyak Omar, kata kementerian tersebut, mengalirkan 10% dari keseluruhan pendapatan ISIS.

Sumber gambar, AP
Setelah menggempur ladang minyak Omar, Inggris tampak lebih gencar melancarkan gempuran. Hal itu terlihat dari kekuatan di pangkalan udara Akrotisi, Siprus, tempat pesawat-pesawat tempur Inggris bertolak.
Di pangkalan tersebut, terdapat dua pesawat Tornado dan enam pesawat Typhoon tambahan. Sebelumnya, koresponden BBC melaporkan ada <link type="page"><caption> empat pesawat Tornado yang lepas landas dengan membawa bom Paveway</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_serangan_inggris_isis" platform="highweb"/></link>.
Pesawat-pesawat tempur itu disokong pesawat tanker Voyager yang bisa mengisi bahan bakar di angkasa, drone Reaper, dan sejumlah pesawat negara koalisi.
Dikritik
Operasi militer Inggris tersebut dikomentari Rusia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menilai Inggris wajib mematuhi persyaratan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB apabila hendak menggempur ISIS. Persyaratan yang dimaksud Lavrov ialah berkoordinasi terlebih dulu dengan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Komentar Lavrov senada dengan <link type="page"><caption> kritik para pejabat Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_isis_inggris" platform="highweb"/></link>. Melalui sejumlah surat kabar, mereka menegaskan bahwa Inggris harus mengikuti jejak Rusia yang berkoordinasi dengan pasukan pemerintah Suriah.









