Warga Suriah bereaksi beragam terhadap serangan Inggris

Sumber gambar, Getty
Inggris mulai mengebom sasaran kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah, setelah mendapatkan dukungan kuat parlemen.
Prancis mulai mengebom daerah kekuasaan kelompok jihadis itu di Raqqa setelah terjadi serangan mematikan di Paris.
<link type="page"><caption> Serangan Inggris dipusatkan pada enam sasaran di lapangan minyak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_serangan_inggris_isis" platform="highweb"/></link> yang dikuasai ISIS di Suriah timur.
Sejumlah warga Suriah telah bereaksi terhadap keputusan Inggris.
Sebuah kelompok wartawan warga di daerah kekuasaan ISIS menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap serangan itu.
"Raqqa Dibantai secara perlahan", kata mereka. "Kami menentang serangan Inggris terhadap Raqqa. Semua dunia mengebom Raqqa dan Inggris tidak akan mengubah keadaan."
Hassan, warga Raqqa yang sekarang tinggal di Turki menyampaikan kekhawatirannya.
"Manusia tidak akan bertahan hidup di sana. Tidak satu hal pun beroperasi. Karena itulah banyak orang berusaha meninggalkan Raqqa," katanya kepada BBC.
Sementara Robin Yassin-Kassab, penulis Inggris asal Suriah memandang, "Masalah utamanya adalah Assad bukannya ISIS, seberapa mengerikannya mereka."
"ISIS adalah gejala dari masalah besar dan di Suriah rezim Assad dan kebijakan bumi hangusnya digunakan terhadap kelompok yang melawannya, menciptakan ruang bagi jihadis dari semua bagian dunia, mereka bisa datang dan mengeksploitasinya."









