Kapal pemburu Paus Jepang menuju Antartika

Sumber gambar, Reuters I Kyodo
Kapal pemburu paus Jepang telah berangkat untuk aktivitas penangkapan yang dianggap kontroversial di Antartika, kendati diprotes oleh kalangan internasional, seperti laporan media lokal.
Kapal itu meninggalkan pelabuhan Shimonoseki Jepang, menurut NHK.
Jepang mengatakan<link type="page"><caption> program paus ini untuk kepentingan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151130_dunia_perburuan_paus_jepang" platform="highweb"/></link>penelitian sains.
Bagaimanapun, pada 2014 lalu, Mahkamah Internasional ICJ memutuskan aktivitas itu tidak termasuk kategori sains dan Jepang harus menghentikan aktivitas penangkapan di Antartika.
Musim ini Jepang mengatakan akan mematuhi keputusan itu dan tidak menangkap paus.

Sumber gambar, Getty
Badan Perikanan Jepang mengatakan pada Senin, telah mempertimbangkan keputusan ICJ dan perburuan pada musim ini akan lebih kecil, dengan tujuan menangkap 333 paus minke Antartika mengenai sepertiga dari jumlah yang biasa dibunuh.
Sejumlah negara, termasuk Australia, yang membawa kasus Jepang ke Mahkamah Internasional, telah menyampaikan pertentangan mereka atas perburuan tersebut. Aktivis lingkungan juga berjanji untuk menghalangi upaya untuk memburu paus.
Armada kapal itu berangkat beberapa hari setelah Tokyo mengumumkan akan memulai perburuan pada musim ini yang dimulai pada akhir Desember sampai Maret tahun depan.









