Tersangka otak serangan di Paris belum ditemukan

Penggerebekan di Paris

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Aparat keamanan Prancis menggerebek apartemen di Paris utara untuk menemukan Abdelhamid Abaaoud.

Jaksa Paris, Francois Molins, mengatakan sejumlah penggerebekan yang dilakukan aparat keamanan Prancis hingga Rabu (18/11) malam belum juga menemukan Abdelhamid Abaaoud, pria yang diduga sebagai otak serangan mematikan di ibu kota Prancis, Jumat malam lalu.

Molins menjelaskan penggerebekan pada Rabu pagi oleh satuan khusus di Paris utara berhasil menggagalkan serangan lanjutan.

Kepada para wartawan Molins menjelaskan bahwa delapan orang ditahan, namun Abaaoud tidak termasuk di antara orang-orang yang ditangkap.

Polisi menembakkan lebih dari 5.000 peluru selama penggerebekan ini, dengan menggunakan senjata laras panjang, granat, dan bahan peledak.

Dua jenazah ditemukan di apartemen di Saint-Denis, yang rusak parah setelah diserbu aparat keamanan.

Tak kurang dari 129 orang tewas dalam <link type="page"><caption> serangan-serangan di Paris pada Jumat (13/11) malam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/serangan_paris.shtml" platform="highweb"/></link> pekan lalu.

Warga Suriah ditangkap di Honduras

Dalam perkembangan lain, polisi di Honduras mengatakan mereka menangkap lima warga Suriah yang melakukan perjalanan dengan paspor Yunani curian.

Kelimanya dikatakan berniat masuk ke Amerika Serikat melalui jalur darat.

Penggerebekan di Paris

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Polisi menembakkan lebih dari 5.000 peluru saat melakukan penggerebekan di Saint-Denis.

Juru bicara polisi Honduras mengatakan lima orang ini ditahan ketika tiba dari negara tetangga El Salvador dengan pesawat komersial.

Para pejabat di Honduras mengatakan badan-badan keamanan di Yunani mengirim informasi tentang kedatangan lima warga Suriah tersebut.

Beberapa diplomat Yunani yang mewawancarai mereka di bandar udara Tegucigalpa mengatakan tak satu pun dari lima warga Suriah tersebut bisa berbahasa Yunani.