Serangan udara Raqqa menewaskan 33 milisi ISIS

raqqa

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Para petempur al-Qaida yang memiliki hubungan dengan ISIS berbaris di Raqqa, Suriah.

Serangan udara Prancis dan negara-negara lain terhadap Raqqa, daerah kekuasaan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah, menewaskan paling tidak 33 milisi, kata para pegiat.

Syrian Observatory for Human Rights yang bermarkas di Inggris mengatakan sebagian besar tewas ketika pos pemeriksaan di sekitar kota diserang.

Dilaporkan juga bahwa keluarga pemimpin <link type="page"><caption> ISIS mulai meninggalkan Raqqa menuju kota Mosul,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151116_dunia_prancis_raqqa" platform="highweb"/></link> Irak, daerah kekuasaan ISIS di luar Suriah.

Kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS melaporkan dalam serangan udara itu tidak ada korban yang jatuh.

Kantor berita Amaq melaporkan pada hari Senin dan Selasa bahwa pesawat tempur Prancis hanya menyerang "lokasi tidak penting".

Syrian Observatory, yang memiliki jaringan informan di lapangan, mengatakan lebih dari 33 milisi diyakini terbunuh dalam serangan, tetapi jenazah mereka hancur sehingga sulit untuk mengetahui jumlah korban secara pasti.

Fasilitas ISIS yang diserang - termasuk pusat amunisi dan komando - telah ditinggalkan sehingga yang tersisa hanyalah penjaga di gerbang, tambahnya.