Presiden Prancis berjanji hancurkan ISIS

Francois Hollande

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Francois Hollande berkata ISIS perlu ditangani oleh masyarakat internasional.

Presiden Prancis Francois Hollande berjanji untuk menghancurkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menyusul serangkaian serangan Jumat malam (13/11).

Dalam pidato di parlemen pada Senin (16/11), ia mengatakan Prancis akan menggencarkan pengeboman udara dengan sasaran ISIS di Suriah dan Irak.

Adapun di dalam negeri, pemerintah akan merekruit 2.000 polisi tambahan dan mungkin akan mengubah konstitusi untuk memberi wewenang lebih besar kepada kepolisian.

Menurutnya, undang-undang dasar perlu diamandemen karena "kita memerlukan alat memadai yang dapat digunakan tanpa harus menetapkan negara dalam keadaan darurat".

Polisi Prancis

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Petugas keamanan melakukan patroli di pusat-pusat keramaian di ibu kota Prancis, Paris.

Presiden Francois Hollande juga mengatakan parlemen akan diminta untuk memperpanjang status keadaan darurat selama tiga bulan setelah diberlakukan menyusul <link type="page"><caption> serangan yang menewaskan 129 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/serangan_paris" platform="highweb"/></link>.

Sementara itu penyelidikan serangan di Paris dilaporkan dipusatkan pada seorang warga Belgia keturunan Maroko sebagai kemungkinan otak serangan.

Abdelhamid Abaaoud, 27, tinggal di kawasan yang sama di Brussels dengan dua pelaku serangan.

Para pejabat keamanan mengatakan ia sekarang ada di Suriah bersama ISIS.