Remaja pencari suaka Nauru buat akun Facebook

Sumber gambar, Free the Children Nauru
Halaman Facebook dibuat untuk menggarisbawahi nasib anak-anak di pusat penahanan di Nauru, dimana media sosial dilarang.
BBC diberitahu tiga pencari suaka di Nauru, berumur 12 sampai 16 tahun, menjalankan akun Free the Children NAURU.
Mereka menaruh pesan pribadi dan karya seni anak-anak di pusat penahanan yang dijalankan Australia.
Siapapun yang berusaha mencapai Australia dengan menggunakan perahu untuk mendapatkan suaka akan ditaruh di pusat penahanan luar negeri, termasuk di Nauru.
Data pemerintah Australia menunjukkan <link type="page"><caption> 92 anak-anak berada di pusat Nauru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151009_dunia_nauru_mundurjanji" platform="highweb"/></link>.
Nauru melarang Facebook sejak bulan April karena media sosial dapat menciptakan ketidakstabilan.
Belum jelas apakah anak-anak yang menjalankan akun ini akan dihukum jika tertangkap.
Halaman Facebook ini sepertinya mulai berfungsi sekitar tanggal 2 November.
Pesan yang disampaikan kepada BBC, yang diduga berasal dari salah satu remaja itu adalah: Kami ingin semua orang mendengar suara kami dan keadaan yang kami alami.









