Perempuan Somalia membantah disebut 'tidak mau aborsi'

Sumber gambar, Reuters
Menteri imigrasi Australia menegaskan bahwa pemerintah menangani dengan tepat kasus seorang perempuan pendatang yang menginginkan aborsi di Australia.
Perempuan asal Somalia berusia 23 tahun itu ditahan di pusat penampungan pencari suaka di Pulau Nauru dan hamil karena diperkosa pada bulan Juli lalu.
Ia kemudian diizinkan untuk datang ke Australia pekan lalu guna menjalani aborsi namun kembali lagi ke Pulau Nauru, Jumat (16/10) tanpa aborsi.
Pemerintah Australia megatakan dia mengubah keputusan namun dibantah oleh perempuan, yang dikenal dengan nama Abyan.
Dalam sebuah surat tulisan tangan yang diterbitkan media Australia, Abyan menegaskan tidak pernah mengatakan "tidak menginginkan aborsi".

Sumber gambar, Getty
Dia menulis bahwa selama berada di Sydney tidak pernah bertemu dokter namun hanya perawat di klinik dan juga tidak pernah ada konseling.
"Mohon tolong saya," tulisnya.
Bagaimanapun Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton, mengatakan setelah bertemu dengan dokter, dia yang memutuskan "tidak meneruskan untuk menghentikan kehamilan".
Berdasarkan kebijakan imigrasi Australia, para pendatang tanpa dokumen yang berupaya memasuki negara itu lewat laut <link type="page"><caption> akan ditahan di Pulau Nauru dan Pulau Manus, Papua Nugini, selama menunggu diproses.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151009_dunia_nauru_mundurjanji" platform="highweb"/></link>
Dan aborsi tidak diperkenankan di Nauru sehingga Abyan dibawa ke Australia.









