Australia desak tidak ada anak-anak di pusat suaka

Sumber gambar, Reuters
Penyelidikan Senat Australia mendesak semua anak-anak dikeluarkan dari pusat pemrosesan suaka pemerintah di pulau Nauru, Pasifik.
Tempat tersebut dinyatakan tidak aman dan Senat menuntut dilakukanya penyelidikan penuh terkait tuduhan terjadinya pelecehan seksual dan kejahatan-kejahatan lain di situ.
Laporan juga mendesak pemberian akses sepenuhnya bagi pekerja hak asasi manusia dan media.
Menteri imigrasi Australia telah menyangkal laporan tersebut.
Pemerintah juga menegaskan kesepakatan pemukiman kembali pengungsi di Kamboja sedang dalam proses, meskipun media melaporkan sebaliknya.
Pada tahun 2012, Komisioner Hak Asasi manusia PBB, Navy Pillay, mengkritik kondisi kamp pencari suaka Australia di Nauru yang disebutkan dalam keadaan mengenaskan.
Mogok makan yang dilakukan sejumlah pencari suaka merupakan "petunjuk kondisi yang tidak tertahankan di tempat mereka ditampung," kata Pillay.
Sejak bulan <link type="page"><caption> September 2012, Australia menerapkan kebijakan pengiriman para pencari suaka ke tempat penahanan di luar Australia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/09/120910_australianauru" platform="highweb"/></link>.
Diantaranya ke tempat penahanan di Nauru, selain kepulauan Manus dan Papua Nugini.
Pemerintah mengatakan kebijakan itu dimaksudkan untuk mencegah orang mengeluarkan bayaran besar kepada penyelundup manusia yang bersedia mengantar pencari suaka dengan kapal ke Australia
.









