Nauru akan akhiri penahanan pencari suaka

Senat Australia menyatakan bahwa kondisi kamp penahanan pencari suaka di Nauru "tidak layak atau aman".

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Senat Australia menyatakan bahwa kondisi kamp penahanan pencari suaka di Nauru "tidak layak atau aman".

Pemerintah Nauru berjanji membuka pusat penampungan pengungsi sehingga secara efektif mengakhiri penahanan.

Menteri Kehakiman David Adeang mengatakan bahwa sekitar 600 klaim pencari suaka yang masih menunggu proses akan selesai dalam sepekan ke depan.

Artinya, para pencari suaka boleh bergerak bebas di negara pulau tersebut, sesuai tuntutan kelompok hak asasi manusia.

Semua orang yang berusaha mencapai Australia dengan perahu sebagai pengungsi ditahan di <link type="page"><caption> pusat-pusat penahanan di tengah laut seperti Nauru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/05/130516_australia_suaka_kebijakan" platform="highweb"/></link>.

Perkembangan terbaru ini datang di tengah kekhawatiran akan kondisi di penampungan untuk kelompok pengungsi yang rentan, terutama perempuan hamil dan anak-anak.

Pekan lalu Australian Broadcasting Corp menayangkan berita soal tuduhan bahwa seorang perempuan Somalia diperkosa dua pria di Nauru. Polisi di negara yang terletak di Samudera Pasifik itu baru menanggapi laporan tersebut empat jam kemudian.

Keputusan yang mengejutkan itu datang dua hari sebelum Pengadilan Tinggi Australia memeriksa legalitas peran Australia dalam penahanan pengungsi di lepas pantai.

Nauru: Republik terkecil di dunia.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Nauru: Republik terkecil di dunia.

Pihak berwenang Nauru menyatakan bahwa pusat pemrosesan regional akan menjadi "pusat terbuka" 24 jam dalam sehari, tujuh hari seminggu -- artinya pencari suaka bisa bergerak bebas di sekeliling pulau.

"Awal dari pemrosesan tanpa penahanan adalah hari besar buat Nauru dan mewakili program yang lebih manusiawi, sesuai dengan niatan pemerintah kami," kata Menteri Kehakiman David Adeang.

Adeang juga membenarkan bahwa pemerintah Australia akan memberikan dukungan "keselamatan, keamanan, dan penegakan hukum".

Bulan lalu, laporan Senat Australia menyatakan bahwa <link type="page"><caption> kondisi di Nauru tidak "layak atau aman"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/02/150224_australia_abuse_suaka" platform="highweb"/></link> bagi tahanan dan meminta pemerintah untuk memindahkan anak-anak dari pusat tersebut.

Tuduhan adanya pemerkosaan dan penyiksaan juga harus diselidiki dan wartawan serta pekerja hak asasi manusia harus mendapat akses masuk.

Perdana Menteri baru Australia Malcolm Turnbull mendapat tekanan untuk menutup semua pusat-pusat penahanan pengungsi di beberapa kepulauan.

Namun dia membela aturan tersebut - kebijakan pusat yang dibuat oleh pendahulunya Tony Abbott - dengan mengatakan bahwa meski keras, aturan tersebut bisa menyelamatkan nyawa.