Pagar penghalang migran akan dibangun di Austria

Sumber gambar, epa
Austria menyatakan rencana untuk membuat pagar pada perlintasan perbatasan utama yang digunakan para migran untuk memasuki wilayannya lewat Slovenia.
Kanselir Austria, Werner Faymann, mengatakan langkah ini tidak akan menutup perbatasan tapi meningkatkan pengawasan terhadap kedatangan para migran.
Hal ini dilakukan sementara Jerman memperkirakan jumlah pencari suaka yang dideportasi karena permohonannya ditolak akan meningkat.
Wartawan BBC Damian Grammaticas mengatakan Austria dan Jerman, dua negara di pusat krisis pengungsi Eropa, sepertinya berupaya untuk memperketat kebijakannya.
Mereka agaknya berusaha mencegah para pengungsi melakukan perjalanan ke luar negeri dan sekaligus menenangkan para pengkritik di dalam negeri.
PBB memperkirakan hingga saat ini pada tahun 2015, lebih 700.000 migran melintasi Eropa dengan menggunakan kapal dan sebagian besar berasal dari Suriah yang sedang mengalami perang.
Musim dingin yang akan segera tiba tampaknya tidak memperlambat arus pendatang.
Langkah terbaru Austria ini dilakukan setelah <link type="page"><caption> Slovenia mengatakan akan mendirikan pagar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151021_dunia_migran_slovenia" platform="highweb"/></link> sepanjang perbatasan dengan Kroasia jika rencana Uni Eropa yang disekapati pada hari Minggu (25/10) tidak diterapkan.









