Kroasia buka perbatasan, pengungsi "bergegas"

Sumber gambar, Reuters
Kroasia membuka perbatasannya dengan Serbia, menghilangkan salah satu penghambat bagi ribuan pengungsi yang terdampar yang mencoba untuk menuju ke negara Eropa lain di utara.
Sekitar 3.000 orang terjebak dalam cuaca dingin dan kuyup di desa perbatasan Serbia Berkasovo, setelah Kroasia memutuskan untuk membendung para pendatang.
Badan pengungsi PBB (UNHCR) menggambarkan kondisi di sana "mengerikan".
Sebagian masih terdampar di <link type="page"><caption> dekat perbatasan Kroasia-Slovenia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151018_dunia_slovenia_migran" platform="highweb"/></link>.
Ratusan ribu pendatang, kebanyakan dari Suriah, Afrika dan Afghanistan, masuk dari Turki ke Balkan dalam beberapa bulan terakhir, dalam upaya untuk mencapai Jerman, Swedia dan negara-negara Uni Eropa lainnya.
Berdiri di lumpur
Juru bicara UNHCR Melita Sunjic, yang berada di perlintasan Berkasovo, mengatakan hari Senin: "Tanpa pengumuman apapun, perbatasan dibuka. Semua orang bergegas."

Menggambarkan kondisi di kamp pengungsian di sana sebelumnya, ia mengatakan: "Banyak anak kecil, banyak penyandang cacat, banyak yang jatuh sakit di jalan.
"Ini bukan tempat yang layak bagi manusia. Mereka tidak bisa tidur -mereka hanya bisa berdiri tegak di lumpur"
Bis-bis Kroasia sekarang mengangkut ribuan pendatang yang melintasi perbatasan ke tempat-tempat penerimaan terdekat.
Kroasia mulai membatasi arus pendatang pada akhir pekan, <link type="page"><caption> sesudah Hungaria menutup perbatasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151017_dunia_hungaria_migran" platform="highweb"/></link> selatan dan <link type="page"><caption> Slovenia mengumumkan langkah membatasi arus pendatang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151018_dunia_slovenia_imigran" platform="highweb"/></link>, memicu kekhawatiran bahwa para pengungsi bisa terjebak di Kroasia.
Dalam beberapa hari terakhir, Kroasia mengirim setidaknya dua kereta dan beberapa bis penuh pendatang menuju perbatasan dengan Slovenia.
Namun Slovenia menuduh pemerintah Kroasia melanggar kesepakatan untuk membatasi pengiriman pendatang hingga 2.500 orang per hari, dan mengumumkan langkah baru untuk membatasi pengungsi yang berdatangan.









