Motif penyerangan di sekolah Swedia berlatar 'rasisme'

Polisi menemukan catatan bunuh diri pelaku yang mengatakan dia berniat menyerang "orang asing".

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Polisi menemukan catatan bunuh diri pelaku yang mengatakan dia berniat menyerang "orang asing".

Polisi Swedia meyakini bahwa aksi seorang pria yang menewaskan seorang guru dan murid di sebuah sekolah di Swedia berlatar rasisme.

Kepala polisi Niclas Hallgren mengatakan, mereka mencapai kesimpulan itu setelah menemukan barang-barang di apartemen pelaku dan "perilakunya saat beraksi".

Laporan media menyebut bahwa si penyerang berusia 21 tahun tersebut memiliki simpati pada kelompok garis kanan.

<link type="page"><caption> Bersenjatakan pedang dan sambil mengenakan helm dan masker</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151022_dunia_swedia_tembakan" platform="highweb"/></link>, pelaku memasuki sekolah di Trollhattan, dekat Gothenburg, sebelum tewas ditembak polisi.

Polisi menemukan catatan bunuh diri yang menunjukkan bahwa pelaku berniat menyerang "orang asing" dan meyakini bahwa "Swedia seharusnya tidak menerima begitu banyak imigran", menurut laporan televisi Swedia.

Namun penyidik mengatakan pelaku bertindak sendiri dan tidak ada indikasi keterlibatan kelompok lain, menurut koran Aftonbladet.

Sekolah yang jadi sasaran serangan memiliki banyak pelajar dari etnis minoritas.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sekolah yang jadi sasaran serangan memiliki banyak pelajar dari etnis minoritas.

"Dia berjalan di sepanjang koridor dengan senjatanya - pedang besar dan pisau besar yang tajam. Dia memilih korbannya. Mereka yang berkulit gelap diserang. Dia bertemu dengan orang-orang berkulit terang dan mereka tak diserang," kata penyidik polisi Thord Heraldsson pada Aftonbladet.

Helm yang dikenakan pelaku mirip dengan helm serdadu pada Perang Dunia II.

Pelaku juga sempat mengambil foto dengan beberapa pelajar yang berpikir dia hanya mengenakan kostum untuk Halloween. Pelaku kemudian masuk dari satu ruang kelas ke ruang kelas lain di Sekolah Kronan

Seorang <link type="page"><caption> guru dan remaja laki-laki usia 17 tahun tewas akibat luka tusukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151022_dunia_swedia_serangan" platform="highweb"/></link>, dan pelajar laki-laki, usia 15 serta seorang guru berusia 41 masih berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Salah satu korban, menurut laporan media, adalah Lavin Eskandar, asisten guru. Dia dikabarkan tewas saat berusaha melindungi anak-anak sekolah.

Sebelum melakukan penyerangan, pelaku sempat berfoto dengan beberapa pelajar yang mengira dia mengenakan kostum untuk Halloween.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sebelum melakukan penyerangan, pelaku sempat berfoto dengan beberapa pelajar yang mengira dia mengenakan kostum untuk Halloween.

Polisi belum merilis nama si penyerang, tapi menurut mereka, pelaku adalah warga Trollhattan setempat dan tidak memiliki catatan kriminal.

Harian Expressen dan media Swedia lain menyebut pelakunya adalah Anton Lundin Pettersson, 21.

Pettersson diduga bergabung dengan kampanye yang mendorong referendum untuk menentukan apakah Swedia harus terus menerima migran.

Laporan media menyatakan bahwa akun Facebook dan YouTube Pettersson menunjukkan ketertarikannya pada Hitler dan Nazi, selain juga menunjukkan kebencian terhadap Islam dan imigrasi.

"Dia penyendiri. Dia suka main video game, hidup di dunianya sendiri," kata seorang teman sekelasnya dulu pada Expressen.