Setelah serangan Rusia, pasukan Suriah bergerak maju

Tentara pemberontak Suriah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tentara pemberontak antipemerintah pimpinan Presiden al-Assad dilaporkan terpukul akibat serangan Rusia.

Pasukan Suriah yang didukung oleh militan Hisbullah dari Lebanon dilaporkan mencapai kemajuan penting dalam memukul pasukan pemberontak setelah serangan udara Rusia.

Kemenangan itu dilaporkan dicapai di Provinsi Idlib, Hama, dan Latakia.

Rusia menyatakan pesawat tempurnya melancarkan lebih dari 60 serangan atas Suriah dalam waktu 24 jam dengan <link type="page"><caption> sasaran kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam, ISIS.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151007_dunia_rusia_isis" platform="highweb"/></link>

Namun serangan udara Rusia tersebut itu tampaknya memiliki dampak besar atas kelompok yang berperang melawan pasukan pemerintah Persiden Bashar al-Assad dan ISIS.

Suriah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Rusia menegaskan serangan udaranya ditujukan pada sasaran-sasaran ISIS.

Pertarungan antara ketiga kekuatan saat ini dilaporkan berlangsung di jalan bebas hambatan yang menghubungkan ibukota Damaskus dengan kota-kota besar lainnya, termasuk Aleppo.

Pasukan pemerintah tampaknya sedang berupaya merebut kembali Idlib, yang sebagian wilayahnya -sebelum serangan udara Rusia- dikuasai oleh kelompok pemberontak, seperti dilaporkan Editor urusan Arab BBC, Sebastian Usher.

Rusia menegaskan <link type="page"><caption> serangan udaranya ke Suriah, yang dimulai pada 30 September,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150930_dunia_suriah_rusia" platform="highweb"/></link> dikoordinasikan dengan pemerintah Suriah.

Amerika Serikat sempat mengkritik Rusia <link type="page"><caption> karena menganggap serangan itu diarahkan pada kelompok pemberontak antipemerintah al-Assad</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151001_dunia_as_rusia" platform="highweb"/></link> dan bukan terhadap ISIS.