PM Australia gunakan email pribadi untuk urusan pemerintahan

Juru bicara Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan penggunaan email pribadi hanya untuk 'hal-hal yang tidak sensitif'.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Juru bicara Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan penggunaan email pribadi hanya untuk 'hal-hal yang tidak sensitif'.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull membela diri karena menggunakan akun email pribadi untuk urusan pemerintahan.

Juru bicara Turnbull mengungkapkan banyak pejabat yang menggunakan email pribadi karena alasan kenyamanan dan keefektifan.

Diskusi terkait penggunaan email pribadi dalam korespondensi pejabat negara ini muncul setelah koran The Australian membeberkan bahwa Perdana Menteri Australia menggunakan email pribadinya ketika berkomunikasi dengan rekan kerja dan wartawan.

Laporan ini memunculkan kekhawatiran terkait kemananan informasi dan etika komunikasi.

Sejumlah ahli menyebut email pribadi lebih rentan diretas daripada sistem komunikasi resmi pemerintah.

'Tidak sensitif'

Juru bicara perdana menteri menegaskan, penggunaan email pribadi oleh perdana menteri dan menteri-menterinya hanya untuk “hal-hal yang tidak sensitif”.

“Sehingga tidak perlu mendapat perlakuan keamanan yang khusus,” ungkap sang juru bicara.

Ia menambahkan, server email pribadi yang digunakan Turnbull juga berbasis di Australia.

Saat masih menjabat sebagai menteri, Turnbull mengungkapkan dirinya menggunakan aplikasi Wickr untuk berkomunikasi, karena fitur keamanannya.

Menurut Wickr, pesan yang masuk dan dikirim lewat aplikasi tersebut, dirahasiakan, dan akan terhapus sendiri, sehingga tidak bisa dilacak.

Di Amerika Serikat, bakal calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mendulang banyak kritik karena <link type="page"><caption> menggunakan email pribadinya untuk urusan pemerintahan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150909_dunia_clinton_apology" platform="highweb"/></link>, termasuk mengirim informasi-informasi rahasia.