Bom Bangkok: dua Malaysia dan seorang Pakistan ditangkap

Yusufu Mieraili, salah seorang tersangka pemboman Kuil Erawan, Bangkok, dikawal polisi Thailand

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Yusufu Mieraili, salah seorang tersangka pemboman Kuil Erawan, Bangkok, dikawal polisi Thailand

Kepolisian Malaysia menangkap dua warga Malaysia dan seorang warga Pakistan terkait pemboman sebuah kuil hindu di Bangkok bulan lalu.

Kepala polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar mengatakan, penahanan sudah dilakukan sejak beberapa hari, dan mereka terus membantu polisi Thailand dalam menginvestigasi kasus itu.

Thailand sudah melancarkan pencarian pelaku dan siapapun yang terlibat dalam serangan bom yang menewaskan 20 orang dan melukai 120 orang.

Polisi sudah menahan dua tersangka dan mencari orang ketiga yang disebutkan berasal dari kawasan Xinjiang, Cina.

Khalid Abu Bakar mengatakan kepada wartawan hari Senin (14/9) bahwa tiga tersangka itu adalah seorang lelaki Pakistan, seorang lelaki Malaysia, dan seorang perempuan Malaysia, yang ditangkap berkay informasi dari pihak berwenang Thailand.

Dikatakannya, para tersangka belum akan dikirim ke Thailand, karena polisi Malaysia masih melakukan penyelidikan. Ia tak memberikan keterangan lebih jauh mengenai hal ihwal penahanan itu.

Sejauh ini tak ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan bom terhadap Kuil Erawan, 17 Agustus, namun Thailand menuding bahwa pelakunya adalah sebuah jaringan yang melibatkan orang asing.

Akhir pekan lalu, Thailand menerbitkan surat penangkapan terhadap Abudusataer Abudureheman alias Ishan, seorang lelaki berusia 27 tahun asal Xinjiang, kawasan Cina berpenduduk mayoritas Muslim.

Ia dilaporkan meninggalkan Bangkok menuju Bangladesh sehari sebelum serangan, dan polisi meyakininya memainkan peran penting dalam serangan itu.

Polisi Thailand sebelumnya sudah menangkap dua tersangka: Adem Karadag, yang kewarga-negaraannya masih terus diselidiki, dan Yusufu Meraili, yang disebutkan sebagai warga Cina kelahiran Xinjiang.

Bebeberapa waktu lalu, Thailand disorot karena mengusir paksa lebihd ari 100 orang Uighur ke Cina.