Ribuan hadir di pemakaman ibu Palestina korban pembakaran

Sumber gambar, Reuters
Ribuan orang menghadiri pemakaman seorang perempuan Palestina yang menjadi korban serangan pembakaran atas rumahnya di pinggiran kota Nablus, Tepi Barat.
Pemukim Yahudi yang militan diduga yang melemparkan bom botol ke rumah Riham Dawabsha, yang mendapat kecaman dari dunia internasional.
<link type="page"><caption> Riham meninggal karena luka-luka yang dideritanya,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150907_dunia_ibu_balita_korban_bakar" platform="highweb"/></link> lebih dari sebulan setelah aksi pembakaran atas rumahnya.

Sumber gambar, EPA
Dalam serangan itu, <link type="page"><caption> bayinya yang berusia 18 bulan, Ali, tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150731_dunia_balita_palestina" platform="highweb"/></link> sementara suaminya, <link type="page"><caption> Saad, meninggal di rumah sakit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150808_dunia_ayah_balita_palestina" platform="highweb"/></link> beberapa pekan kemudian.
Rumah mereka adalah satu dari dua rumah di Desa Duma yang dibakar dan dicoret dengan berbagai slogan dalam bahasa Ibrani, antara lain dengan bertuliskan 'pembalasan'.

Sumber gambar, EPA
Seorang lagi anak laki-laki di keluarga Dawabsha, Ahmed yang berusia empat tahun, sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Hingga saat ini belum ada yang dijadikan tersangka dalam serangan itu dan utusan khusus PBB untuk Timur Tengah sudah mengungkapkan keprihatinan atas proses penyelidikan yang tampak berjalan lamban.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya menyebut serangan tersebut sebagai tindakan terorisme.










