Ibu asal Palestina menyusul kematian suami dan anaknya

Rumah keluarga Dawabsha terbakar dalam serangan api itu, juga empat penghuninya

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Rumah keluarga Dawabsha terbakar dalam serangan api itu, juga empat penghuninya

Seorang perempuan Palestina meninggal akibat cedera bakar yang dideritanya. Dia menyusul anak dan suaminya yang terlebih dulu tutup usia akibat serangan pembakaran di Tepi Barat.

Riham Dawabsha menderita luka bakar parah hingga 90% tubuhnya, akibat serangan pembakaran bulan Juli lalu, yang diduga dilakukan sejumlah pemukim Yahyudi.

Ali, anak bayinya yang berusia <link type="page"><caption> 18 bulan, tewas dalam seranga</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150731_dunia_balita_palestina" platform="highweb"/></link>n itu. Sementara suaminya, <link type="page"><caption> Saad tewas di rumah sakit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150808_dunia_ayah_balita_palestina" platform="highweb"/></link> beberapa pekan kemudian akibat luka yang dideritanya.

Kematian itu membangkitkan kemarahan dunia. Namun sejauh ini belum ada yang ditangkap.

Rumah keluarga Dawabsha adalah satu dari dua rumah di Desa Duma yang dibakar hangus dan dicorat-coret dengan berbagai slogan dalam bahasa Ibrani. Salah satu tulisan berbunyi "pembalasan."

Seorang lagi anak di keluarga itu, masih dirawat di rumah sakit.

Jenazah Riham akan dibawa dari rumah sakit Israel tempat ia dirawat, dan akan diserahkan pada pejabat Palestina di Tepi Barat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme.

Sesudah serangan itu, pemerintah Israel mengumumkan langkah baru untuk memerangi aksi main hakim sendiri yang dilakukan sejumnlah kelompok Yahudi radikal yang menyerang orang-orang Palestina dan properti mereka.