Kekerasan anti Yahudi di Inggris meningkat

Sumber gambar, Getty
Jumlah insiden anti-semit yang dilaporkan di Inggris meningkat lebih dari 50%, seperti data yang ditunjukkan oleh sebuah lembaga.
Menurut data yang dikumpulkan Community Security Trust (CST), terjadi 473 insiden anti-semit yang dilaporkan di antara Januari dan Juni pada tahun ini, yang merupakan peningkatan sebesar 53% dibanding 2014.
Direktur CST, David Delew menyambut meningkatnya kesadaran untuk melaporkan, namun menggambarkan bahwa peningkatan kejadian itu menimbulkan "kecemasan".
Menteri luar negeri Inggris, Theresa May mengatakan anti-semitisme "tidak memiliki tempat di Inggris".
CST - sebuah lembaga yang memantau anti-semitisme - mengungkapkan 473 kejadian yang dilaporkan meliputi antara lain 44 serangan kekerasan dan dua di antaranya tergolong "kekerasan ekstrim".
Kesedian melapor
Ada 35 contoh kasus perusakan dan penghinaan terhadap properti milik orang Yahudi, dan 88 kasus serangan atau ancaman melalui media sosial, ungkap CST lagi.
Sepertiga kejadian itu merupakan serangan verbal yang dilakukan secara acak dan spontan terhadap orang yahudi di tempat umum.
CST mengatakan penjelasan utama tentang mengapa terjadi peningkatan tersebut adalah meningkatnya kesediaan untuk melaporkan kejadian-kejadian tersebut.
Data lain - dikeluarkan oleh sebuah badan di kepolisian Inggris - menunjukkan 459 insiden anti-semit yang tercatat oleh Polisi Metropolitan di London pada 2014-15, meningkat dari 193 di 2013-14.
Di Manchester Raya, laporan-laporan terhadap anti-semit meningkat dari 82 hingga 172.
Berat dan meresahkan
Data-data ini muncul seiring terjadinya sejumlah serangan teroris di Eropa.
Sebuah supermarket Kosher (toko serba ada "halal" kaum Yahudi) menjadi target serangan di Paris pada Januari, sementara pada bulan berikutnya seorang pria Yahudi tewas terbunuh di dekat Sinagog Raya Kopenhagen.
Direktur CST, David Delew mengatakan: "Serangan-serangan teroris terhadap Yahudi Eropa di awal tahun ini, menyusul tingginya aksi anti-semit di tahun 2014, sangatlah berat dan merupakan pengalaman yang meresahkan bagi komunitas Yahudi."
"Kami menyambut baik meningkatnya kesadaran untuk melaporkan insiden anti-semit, sekaligus menyesalkan masalah yang mencemaskan itu."
Menteri Dalam Negeri Teresa May mengungkapkan pemerintah akan mengambil tindakan keras terhadap "mereka semua yang berupaya memecah-belah Inggris dan menyebar-luaskan kebencian."









