Turki 'bebaskan' dua wartawan Inggris

Sumber gambar, PA
Dua orang wartawan Inggris yang ditahan di Turki dengan tuduhan terorisme telah dibebaskan, demikian pernyataan kelompok perusahaan media mereka.
Wartawan Jake Hanrahan dan juru kamera Philip Pendlebury ditahan ketika mengambil video dan gambar di daerah tenggara Turki, Diyarbakir, pekan lalu.
Mereka dituduh 'bekerja untuk organisasi teroris' dan diinterograsi seputar hubungan dengan kelompok ISIS dan militan Kurdi.
Penerjemah mereka asal Irak, Mohammed Ismael Rasool, dilaporkan masih ditahan.
Kementerian Luar Negeri Inggris memastikan lewat pernyataan bahwa kedua wartawan yang bekerja untuk Vice News itu sudah dilepaskan.
"Kami gembira mereka sudah dibebaskan, tapi kami masih khawatir dengan laporan bahwa rekan kami, Mohammed Ismael Rasool ditolak permohonan bandingnya oleh pemerintah Turki," kata pernyataan itu.
Kedua wartawan dan penerjemahnya ditahan ketika meliput bentrokan antara polisi dengan pemuda dari kelompok terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang terjadi beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Turki membatasi akses wartawan ke daerah-daerah konflik.
Penahanan ini dikritik keras, termasuk oleh kelompok hak asasi manusia Amnesty International yang menyebutnya 'ganjil'.









