Penghancuran Palmyra 'kejahatan perang'

Baalshamin

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kuil Baalshamin di Palmyra ini merupakan bangunan paling terkenal di kawasan kuno itu.

<link type="page"><caption> Penghancuran kuil kuno Baalshamin di Palmyra</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150823_dunia_isis_palmyra.shtml" platform="highweb"/></link>, Suriah merupakan kejahatan perang, kata badan kebudayaan dunia PBB, UNESCO.

Pejabat dan pegiat di Suriah melaporkan hari Minggu (23/08) bahwa kelompok yang menamakan dirinya negara Islam (ISIS) telah meledakkan kuil tersebut.

Dalam pernyataannya, UNESCO mengatakan hal itu merupakan "kehilangan besar bagi bangsa Suriah dan untuk kemanusiaan".

ISIS mengambil alih kekuasaan di Palmyra bulan Mei lalu, memicu kekhawatiran terhadap situs tersebut, yang merupakan salah satu pusat kebudayaan terpenting di dunia.

Palmyra

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Penghancuran situs Palmyra ini adalah kejahatan perang, kata UNESCO.

Kepala badan peninggalan bersejarah Suriah Maamoun Abdulkarim dikutip mengatakan bahwa kuil itu diledakkan hari Minggu, menyebabkan "kerusakan parah".

Sementara lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah yang berkantor di London (SOHR) menyatakan peledakan itu dilakukan sebulan lalu.

Kota kuno, yang merupakan warisan dunia dalam daftar UNESCO itu, tersohor untuk reruntuhan zaman Yunani-Romawi kuno, dan kuil Baalshamin yang dibangun hampir 2.000 tahun lalu, merupakan bangunan paling tekenal di sana.

"Penghancuran sistematis terhadap simbol kebudayaan yang mewujudkan keragaman di Suriah menampakkan niat sejati serangan itu, yaitu untuk menghilangkan pengetahuan bangsa Suriah terhadap pengetahuan, identitas dan sejarah mereka," kata Direktur Jenderal UNESO, Irina Bukova.

ISIS telah menghancurkan beberapa situs bersejarah di Irak, yang disebut oleh UNESCO sebagai kejahatan perang dan "pembersihan budaya".