ISIS hancurkan 'patung sitaan' di Palmyra

Sumber gambar, AP
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS telah mengedarkan foto-foto yang menggambarkan anggota mereka sedang menghancurkan patung-patung yang mereka nyatakan bagian dari peninggalan bersejarah di kota Palmyra.
Menurut ISIS, patung-patung ini disita dari para penyelundup yang bermaksud membawanya keluar negeri. Patung-patung sitaan inilah yang dihancurkan.
Sebelumnya, Direktur Jenderal UNESCO <link type="page"><caption> Irena Bukova menyatakan ISIS bekerjasama dengan penyelundup dan menjual benda antik jarahan sebagai upaya pengumpulan dana</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150702_dunia_unesco_isis" platform="highweb"/></link>.
Sejak ISIS menguasai Palmyra bulan Mei lalu, telah muncul kekhawatiran mereka akan menghancurkan warisan sejarah di sana.
Sempat dikabarkan bahwa ISIS telah meletakkan bom di kota Palmyra dan dua buah mausoleum kuno telah dihancurkan di kota itu.
Kekhawatiran ini sempat disampaikan oleh Direktur Jendral UNESCO Irena Bukova yang beranggapan bahwa penghancuran warisan sejarah itu memang target utama ISIS.
"Kaum ekstrimis ini tidak menghancurkan warisan budaya sebagai kerusakan yang tak disengaja. Mereka memang mengincarnya secara sistematis," kata Irena.
"Strategi ini dipakai untuk menghancurkan identitas dengan cara menghilangkan warisan budaya."
Beberapa situs arkeologi telah dihancurkan oleh ISIS di Irak dan Suriah, seperti <link type="page"><caption> Nimrud </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150306_arkeolog_kecam_isis_nimrud" platform="highweb"/></link>dan <link type="page"><caption> Hatra</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150405_isis_" platform="highweb"/></link>.













