UNESCO: barang antik jarahan ISIS muncul di Inggris

irena bukova

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Menurut direktur UNESCO, Irena Bukova, benda antik jarahan ISIS berakhir di Inggris.

Direktur Jenderal UNESCO, Irena Bukova menyatakan kepada BBC bahwa barang antik yang dijarah oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS, berakhir di tangan kolektor di Inggris.

Menurut Irena Bukova, benda-benda antik ini dijarah dalam jumlah massal dan dijual melalui para penyelundup secara ilegal.

Dana hasil penjualan ini, menurut Bukova, digunakan untuk membiayai kegiatan teror yang dilakukan oleh ISIS.

"ISIS menggunakan jalur penyelundupan ilegal untuk menjual benda-benda antik ini untuk mendanai kegiatan teror mereka, kata Bukova.

"Maka dari itu, kami bekerja dengan pemerintahan untuk menghentikan perdagangan ilegal ini. Ini merupakan langkah amat penting sebagai bagian dari respon terhadap situasi di Irak."

aleppo

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Warisan budaya yang terdapat di kota Aleppo 60% di antaranya rusak, menurut UNESCO.

Sekalipun demikian, Bukova tidak memberi bukti secara lebih rinci mengenai pandangannya ini.

Bukova sedang berkunjung ke London untuk menyoroti besarnya skala serangan terhadap warisan budaya dunia di wilayah yang dikuasai oleh ISIS.

Ia juga menyerukan pentingnya upaya internasional untuk memerangi upaya penyelundupan benda-benda bersejarah tersebut.

Sebelumnya, Bukova juga sempat memberikan gambaran mengenai kerusakan warisan budaya yang terjadi di Irak dan Suriah.

Ia mengatakan 60 persen dari kota tua Aleppo yang merupakan Situs Warisan Budaya Dunia yang ada di daftar UNESCO, sudah rusak.

Sedangkan dari sekitar 10.000 situs arkeologis di Irak, 2.000 di antaranya berada dalam kendali ISIS.