Warga AS bekuk pria bersenjata karena naluri

Sumber gambar, Getty
Penumpang kereta api asal Amerika Serikat yang melumpuhkan seorang pria bersenjata dalam kereta api Amsterdam-Paris mengatakan bertindak karena nalurinya.
Spencer Stone -prajurit angkatan udara Amerika Serikat yang sedang tidak bertugas- dalam konferensi pers, Minggu 23 Agustus mengatakan dia terbangun ketika melihat pria bersenjata tersebut dan melumpuhkanya.
Temannya, Alek Skarlatos -anggota Pengawal Nasional AS- mengatakan pria bersenjata tersebut tampaknya tidak terlatih.
Pihak berwenang Prancis mengatakan tersangka penyerang itu adalah Ayub El-Kahzzani -yang berkebangsaan Maroko- memiliki kaitan dengan kelompok Islam radikal.
Pria itu dilaporkan pernah tinggal di beberapa tempat, seperti Prancis, Spanyol, maupun Belgia dan sudah pernah pergi ke Suriah.
Dia membawa sebuah <link type="page"><caption> senapan Kalashnikov, pistol otomatis dengan amunisi, serta sebilah pisau.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150821_dunia_prancis_ke" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AFP
Stone, Skarlatos, dan Anthony Sadler -yang juga berasal dari AS- dipuji sebagai pahlawan karena aksi mereka, Jumat (21/08), dan menyampaikan pernyataan pers di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Paris, didampingi Duta Besar AS untuk Prancis, Jane Hartley.
"Saya berpaling dan melihat yang tampaknya seperti AK-47 dan seperti terkunci atau tidak berfungsi dan dia sedang berupaya untuk mengisi senjatanya," kenang Stone.
"Alek memukul pundak saya dan mengatakan 'mari kita bekuk dia'. Dan kami lakukan."
Insiden pada Jumat itu bermula ketika seorang penumpang warga Prancis ingin masuk ke toilet dan berhadapan dengan pria bersenjata itu dan berupaya melumpuhkannya.
Tembakan kemudian dilepaskan pria bersenjata itu dan seorang penumpang cedera.











