Cameron: Properti Inggris bukan tempat pencucian uang

cameron

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Cameron mengatakan korupsi adalah kanker di pusat berbagai masalah dunia.

Warga asing seharusnya tidak bisa membeli rumah di Inggris dengan menggunakan 'dana hasil pencucian uang' sebagai bagian dari usaha dunia dalam mengalahkan korupsi, kata Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Berbicara di Singapura, Cameron berjanji akan mengungkap penggunaan 'perusahaan tidak bernama' untuk membeli properti mewah Inggris, sering kali di London.

Perdana menteri mengatakan pesannya adalah, "London bukanlah tempat menyimpan dana tidak jelas anda".

Korupsi, ditambahkannya, adalah 'kanker di pusat begitu banyak masalah dunia' dan hal ini harus diatasi.

Dia menyebutkan langkah-langkah yang diambil Inggris dan Singapura dalam mengatasi korupsi sebagai bagian dari usaha penguatan sistem keuangan dan hukum berdasarkan peraturan.

<link type="page"><caption> Cameron sedang melakukan lawatan empat hari di Asia Tenggara. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150727_dunia_cameron_asia_bisnis" platform="highweb"/></link>

Dia dijadwalkan akan mengunjungi Malaysia dan Vietnam, setelah sebelumnya telah mendatangi Indonesia.

Cameron didampingi 31 pemimpin bisnis Inggris dalam usaha meningkatkan perdagangan dengan Inggris, disamping merundingkan perang melawan terorisme dengan rekan-rekannya.

Pada hari Senin (28/07) dia mengumumkan Inggris dan Indonesia menyepakati langkah-langkah mengatasi 'musuh bersama' ekstremisme kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.