Kenya tuntut CNN minta maaf karena komentar 'sarang teror'

Barack Obama mengunjungi Kenya untuk pertama kalinya sebagai presiden

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Barack Obama mengunjungi Kenya untuk pertama kalinya sebagai presiden

Menteri Dalam Negeri Kenya menuntut permintaan maaf dari stasiun berita CNN karena komentar yang menyebut negara di Afrika Timur itu sebagai sebagai “sarang teror”.

"Mereka akan meminta maaf “bila mereka cukup beradab”, kata Joseph Nkaissery pada sebuah konferensi pers.

Tagar #SomeoneTellCNN menjadi tren di seluruh dunia manakala warga Kenya mengecam CNN. Adapun stasiun berita itu belum memberikan komentar.

Laporan CNN berfokus pada ancaman kelompok al-Shabab, yang terkait dengan al-Qaeda, menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Kenya, Jumat (24/07).

Obama bukan saja “pergi ke kampung halaman ayahnya, namun juga ke wilayah sarang teror”, bunyi laporan CNN.

Menanggapi laporan tersebut, Nkaissery mengatakan Kenya berisiko diserang sama seperti negara lainnya, namun itu tidak membuat Kenya sebagai “sarang teror”.

Laporan CNN mengenai Kenya.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Laporan CNN mengenai Kenya.

“Saya mendesak warga Kenya memperlakukan laporan @CNN itu dengan kebencian sepatutnya," katanya, sebagaimana dilaporkan surat kabar Kenya, Daily Nation, melalui Twitter.

CNN mengutip pengamat keamanan Seth Jones yang mengatakan al-Shabab bisa melakukan serangan selama kunjungan Obama.

“Pengamanan bagi presiden kemungkinan sangat signifikan dan itu berarti yang mungkin dilakukan al-Shabaab, berdasarkan apa yang mereka lakukan baru-baru ini, adalah menyerang sasaran empuk,” katanya.

Di ranah Twitter, warga Kenya ramai-ramai mengkritik laporan itu.

Sumber gambar, Twitter

Pada Rabu (22/07), otoritas penerbangan sipil Kenya mengatakan wilayah terbang negara Afrika Timur itu akan ditutup selama 50 menit sebelum kedatangan Obama di ibu kota Nairobi.

Larangan bagi pesawat yang terbang lebih rendah dari 20.000 kaki. akan tetap diberlakukan di Nairoba selama kunjungan tiga hari itu, tambah mereka.

Pihak AS mengeluarkan peringatan berwisata ke Kenya pada Juli sebelum kunjungan itu.