Somalia dan Kenya perlu bekerja sama melawan terorisme

kenya

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, 147 orang tewas dalam serangan bersenjata di sebuah universitas di Kenya ini.

Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamoud, menyatakan Somalia dan Kenya harus memperkuat kerjasama melawan terorisme sesudah kelompok Islam militan al-Shabab menyerang sebuah universitas di Kenya timur laut kemarin (02/04/2015).

Mohamoud menyatakan bahwa pembunuhan itu merupakan sebuah tindakan barbar yang tidak punya dasar dalam Islam.

Keluarga para korban hari ini mendatangi lokasi peristiwa untuk mengidentifikasi anggota keluarga mereka yang menjadi korban pembunuhan tersebut.

<link type="page"><caption> Lebih dari seratur empat puluh tujuh orang tewas dalam serangan di Universitas Garissa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150403_kenya_serangan_universitas" platform="highweb"/></link>, ketika kelompok Al-Shabaab memisahkan mahasiswa berdasarkan agama mereka, dan membunuhi mahasiswa beragama Kristen.

Pemerintah Kenya menyediakan bis untuk membawa ratusan mahasiswa yang selamat dari serangan itu ke kawasan pemukiman mereka.

Sementara jenazah korban yang tewas rencananya akan diterbangkan ke ibukota Kenya, Nairobi.

Sejauh ini, pemerintah Kenya menuding kelompok milisi Al-Shabaab sebagai pelaku serangan dan Mohamed Mohamod, bekas kepala sekolah sebuah madrasah, sebagai dalangnya.

Mohamod berada dalam pelarian sejak Desember lalu dan diduga bersembunyi di seberang perbatasan di Somalia.