#TrenSosial: 'Obama, jangan bicarakan gay di Kenya'

Sumber gambar, AFP Getty
Presiden Obama mungkin sudah punya agenda sendiri dalam kunjungannya ke Afrika Timur bulan ini, tapi warga Kenya menggunakan Twitter untuk memberi saran tentang apa harus dan tidak dibicarakan oleh Obama di negara mereka.
Tagar #KenyansMessageToObama menjadi populer di negara tersebut, mencapai 3.000 kicauan di Twitter hanya dalam beberapa jam pada Senin (06/07) pagi.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah hak kaum gay. ‘Sisihkan kami dari pembicaraan gay,’ salah satu komentar dari pengguna Twitter, dan lainnya mengatakan, ‘Hal mengenai gay seharusnya tetap berada di Amerika.’
Bulan lalu, pengadilan tinggi Amerika Serikat telah melegalisasi pernikahan sesama jenis <link type="page"><caption> di seluruh negara bagian</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150626_dunia_amerika_pernikahan_sejenis" platform="highweb"/></link>, sebuah keputusan yang disambut baik oleh Obama - walau sebelumnya dia pernah menolak wacana pernikahan sesama jenis itu.
Dalam kunjungan Obama ke Afrika sebelumnya, dia pernah mendesak negara-negara Afrika untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap kaum homoseksual.

Sumber gambar, Reuters
Di Kenya, menjadi gay adalah ilegal dan dapat dijatuhi hukuman hingga 14 tahun dipenjara.
Aktivis anti-gay melangsungkan sebuah protes di Nairobi pada Senin pagi. Pesan dalam tagar #KenyansMessagetoObama kebanyakan berisi anti-homoseksual, akan tetapi ada juga pengguna di Kenya yang memberikan pandangan berbeda. ‘Gay adalah bagian dari masyarakat kita,’ ujar seseorang, ‘kita seharusnya memberikan mereka tempat.’
Hak kaum gay, yang menjadi topik pembicaraan populer, bukanlah satu-satunya hal yang dibicarakan dalam tagar tersebut. Beberapa juga menyarankan presiden Amerika Serikat untuk mencoba makanan lokal, yang salah satunya adalah sosis Afrika.
Lainnya, juga ada sejumlah guyonan untuk 'meminang' anak pertama Obama yang berumur 17 tahun Malia sebagai istri, dengan tawaran 50 sapi, 70 domba dan 30 kambing.














