Permintaan Indonesia berkurang, Australia ekspor sapi ke Cina

Perdagangan ternak antara Australia dan Cina bisa bernilai hingga A$2 triliun atau setara dengan Rp19,7 triliun per tahun.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Perdagangan ternak antara Australia dan Cina bisa bernilai hingga A$2 triliun atau setara dengan Rp19,7 triliun per tahun.

Australia akan mengalihkan tujuan ekspor ternak ke Cina setelah Indonesia mengurangi permintaan.

Menteri Pertanian Australia, Barnaby Joyce, mengatakan Australia telah menyetujui protokol kesehatan yang akan dimatangkan oleh pihak Cina. Setelah itu, menurut Joyce, peternak bisa mulai bersiap-siap mengekspor hewan mereka.

“Saya sangat senang hari ini menandatangani kesepakatan perdagangan hewan ternak Australia ke Cina. Sekarang giliran rekan saya, Menteri Pertanian Cina Zhi Shuping untuk menandatangani dan meresmikan perjanjian antara kedua negara kami ini,” kata Joyce.

Joyce menyebutkan perdagangan ternak dengan Cina sejatinya telah berlangsung selama lima tahun, namun khusus untuk sapi perah.

“Sekarang saya senang mengumumkan kita selangkah lebih maju memastikan perdagangan ternak dan hewan potong dengan Cina,” katanya.

Joyce mengatakan perdagangan ternak antara Australia dan Cina bisa bernilai hingga A$2 miliar atau setara dengan Rp19,7 triliun per tahun.

Ketua eksekutif dewan tersebut, Alison Penfold, mengatakan kesepakatan dengan Cina adalah “kemajuan besar”.

“Australia akan menjadi negara pertama pengekspor ternak ke Cina,” kata Penfold dalam pernyataannya.

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengurangi impor sapi dari Australia.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengurangi impor sapi dari Australia.

Kurangi impor

Langkah Australia dalam mengalihkan tujuan ekspor ke Cina dilakoni setelah <link type="page"><caption> Indonesia mengurangi impor ternak dari Australia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150715_indonesia_stok_daging" platform="highweb"/></link>.

Pada tahap pertama kuartal ini, pemerintah Indoensia hanya akan mengimpor 50.000 ekor sapi dari Australia, yang menjadi salah satu sumber daging yang lazim beredar di pasar.

Padahal, selama tiga bulan sebelumnya, pemerintah mengimpor 250.000 sapi Australia.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Kementerian Pertanian Indonesia, Muladno, mengungkap keputusan pengurangan impor sudah dihitung secara seksama oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Dewan ekspor ternak Australia mengatakan keputusan itu mengagetkan dan mengecewakan mereka.