Australia harapkan ekspor sapi segera dipulihkan

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Australia menargetkan untuk mencabut larangan ekspor ternak hidup ke Indonesia dalam waktu kurang dari enam bulan seperti yang ditetapkan Canberra sebelumnya.
"Australia berharap (larangan ini diterapkan) enam bulan maksimal, malah kalau bisa kurang dari sebulan atau sekitar sebulan lah," kata Menteri Pertanian Suswono kepada BBC Indonesia.
Saat ini tim verifikasi Australia tengah melakukan peninjauan rumah potong hewan (RPH) yang digunakan untuk memotong sapi impor dari Australia.
"Prinsip Australia adalah secepatnya, dan bagi Indonesia kita menunggu kesepakatan bersama tim pakar. Apakah hitungannya dalam pekan atau bulan atau bahkan lebih dari enam bulan, relatif," kata Suswono.
Suswono mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertanian Australia, Joe Ludwig, Senin (20/06) untuk membicarakan masalah ini.
"Ada sejumlah masalah teknis yang harus kami kerjakan dan kami memberikan pandungan terkait standar (pemotongan hewan) dan kami mengupayakan penyelesaian secepatnya, termasuk masalah kesejahteraan hewan," kata Ludwig.
Tak ada pasok lain
Pemerintah Australia menghentikan ekspor sapi hidup ke Indonesia awal Juni lalu menyusul program televisi ABC yang menayangkan pemotongan sapi tidak sesuai standar yang ditetapkan.
Tayangan yang mencakup sapi yang dipotong ekornya sebelum disembelih ini menimbulkan kecaman di Australia.
Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurti, saat itu mengkritik tayangan yang ia sebut memberikan citra negatif tentang Indonesia di luar negeri.
"Saya rasa ABC menerapkan jurnalisme yang tidak adil, karena yang ditayangkan hanya praktek yang buruk. Kami melihat ini sebagai satu insiden khusus," kata Bayu.
"Kekejaman terhadap binatang bertentangan dengan peraturan di Indonesia. Peraturan di Indonesia menyebutkan kami harus menjalankan kesejahteraan hewan di tempat penyembelihan," katanya.
Minggu lalu pemerintah Indonesia mengundang enam negara -Selandia Baru, Kanada, Brasil, Meksiko, Uruguay dan Irlandia- untuk menghadiri pertemuan soal pasokan ternak hidup.
Hanya Selandia Baru, Kanada, dan Brasil yang hadir namun tidak ada yang dapat memasok ternak hidup ke Indonesia.









