Yunani dapat 'pinjaman daurat' 7 miliar euro

Sumber gambar, Reuters
Para menteri eurozone sepakat untuk mencairkan pinjaman 7 miliar euro (sekitar Rp102 trilyun) yang berasal dari dana darurat Uni Eropa guna mempertahankan kondisi keuangan Yunani, hingga dana talangan sesungguhnya disetujui.
Persetujuan dicapai melalui konferensi telepon untuk memakai dana Mekanisme Stabilisasi Keuangan Eropa (EFSM).
Dana ini diharapkan disetujui oleh Komisi Eropa pada hari jumat, dalam pemungutan suara di Dewan Uni Eropa.
Perundingan soal dana darurat dimulai sesudah <link type="page"><caption> Parlemen Yunani meloloskan rencana penghematan anggaran mereka dalam pemungutan suara Kamis (16 Juli) subuh.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150716_dunia_yunani_parlemen_setuju.shtml" platform="highweb"/></link>
Dengan "pinjaman penyambung" ini, perbankan Yunani akan bisa membuka kembali layanan sesudah tutup selama tiga pekan terakhir.
Bantu perbankan

Sumber gambar, AFP
Secara terpisah, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertimbangkan memperlunak tekanan mereka terhadap perbankan Yunani, tetapi kebijakan soal ini mungkin tak akan segera diputuskan.
Para pemimpin Eropa secara prinsip menyetujui talangan ini di Brussel pada hari Senin, dengan syarat parlemen Yunani meloloskan reformasi kenaikan pajak dan memangkas dana pensiun.
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berhasil memenangkan pemungutan suara di parlemen 229 berbanding 64, tetapi ia memerlukan dukungan dari anggota partai oposisi untuk meloloskan kebijakan ini.
Partai sayap kiri Syriza yang dipimpinnya diperkirakan akan tetap bertahan sekalipun kehilangan suara mayoritas parlemen sesudah 38 orang anggota parlemen dari partai ini menolak rencana reformasi yang dilakukannya.
Keputusan ini membuka jalan bagi menteri keuangan eurozone untuk membicarakan rincian talangan yang bisa mencapai 86 miliar euro.










