Inggris pertimbangkan perluasan serangan udara ke Suriah

Pesawat tempur F-15E

Sumber gambar, US Airforce

Keterangan gambar, Amerika Serikat mulai melancarkan serangan udara ke Suriah sejak 2014.

Menteri Pertahanan Inggris menganjurkan kepada parlemen untuk mempertimbangkan perluasan serangan udara ke kawasan Suriah utara dan Irak dengan mengatakan ekstremis harus menjadi sasaran di sumbernya.

Namun Michael Fallon mengatakan tidak akan ada tindakan yang diambil tanpa persetujuan parlemen.

Pemerintah Inggris tidak memerlukan dukungan parlemen untuk melancarkan serangan udara namun dalam dengar pendapat, Kamis 2 Juli, dia mengatakan bahwa parlemen yang akan memutuskannya.

"Posisi kami tetap sama bahwa kami akan kembali ke parlemen sebelum melancarkan serangan udara ke Suriah," jelas Fallon.

Michael Fallon

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Michael Fallon menegaskan parlemen yang akhirnya akan memutuskan.

Pihak oposisi, Partai Buruh, sudah memberi petunjuk tidak akan menentang aksi militer ke Suriah, seperti yang mereka lakukan pada tahun 2013.

Penjabat pemimpin Partai Buruh, Harriet Harman, mengatakan tahun 2013 pihaknya menentang serangan udara karena Presiden Bashar Bashar al-Assad adalah kepala negara walau merupakan rezim yang buruk.

Sedangkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam -yang dulu dikenal sebagai ISIS- adalah organisasi teroris, tambah Harman.

Seorang juru bicara kantor Perdana Menteri David Cameron mengatakan bahwa aksi militer lebih lajut perlu dipertimbangkan dengan 'tepat dan hati-hati'.

Saat ini Inggris sudah menerbangkan pesawat pengintai dan pesawat pengisi bahan akar di udara untuk operasi di Suriah.

Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat ke Suriah dimulai sejak akhri 2014 lalu, dengan dukungan Yordania, Kanada, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.