Hormati Ramadan, Pakistan tunda eksekusi mati

Sumber gambar, n
Pemerintah Pakistan memutuskan untuk menunda eksekusi mati selama bulan Ramadan.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif memerintahkan aparat untuk menghormati ”kesucian bulan Ramadan” dengan memberlakukan penundaan hukuman mati.
Perintah itu langsung ditujukan kepada Kementerian Dalam Negeri dan semua pemerintahan daerah. Menurut Sharif, penundaan akan diterapkan selama sebulan.
Pakistan diyakini memiliki terpidana mati paling banyak di dunia. Sebanyak 8.200 tahanan kini menunggu hukuman eksekusi, sebagian besar di antara mereka telah dipenjara selama lebih dari 10 tahun.
Adapun jumlah terpidana yang telah dieksekusi mencapai 170 orang sejak Desember 2014. Pada pekan ini saja, sedikitnya 15 orang telah dihukum mati, sebagian besar merupakan terpidana kasus pembunuhan.
Sebelum Desember, p<link type="page"><caption> elaksanaan hukuman mati di Pakistan sempat dihentikan lewat moratorium selama tujuh tahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150310_pakistan_eksekusi" platform="highweb"/></link>. Hukuman itu baru ditempuh lagi setelah serangan milisi Taliban atas sekolah.
Dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Peshawar itu, sebanyak 152 orang tewas dan 133 di antara mereka anak-anak.






