Kondisi pengungsi Myanmar yang terdampar makin buruk

Pendatang asal Myanmar dan Bangladesh

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para pendatang terapung-apung di laut sejak ditinggalkan awak kapal hari Minggu.

Para pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh yang terdampar di lepas pantai Thailand menghadapi kekurangan pangan dan mengaku harus minum air kencing sendiri.

Wartawan BBC, Jonathan Head, sudah melihat langsung <link type="page"><caption> kapal yang membawa sekitar 350 pendatang tersebut terapung-apung di Laut Andaman. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150513_dunia_rohingya_perahu" platform="highweb"/></link>

Para penumpangnya, termasuk sekitar 84 anak-anak, mengemis bantuan makan dan karena tidak memiliki cadangan air minum lagi maka ada yang minum air kencingnya.

Pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sekitar 500 pengungsi yang mendarat di Aceh ditampung di tempat pelelangan ikan di Lhoksukon.

Operasi yang dilakukan pemerintah Thailand atas penyelundup manusia membuat para awak kapal tidak mau mendaratkan pendatang dan meninggalkan kapal dengan mesin yang dimatikan.

Kapal tersebut sudah terkatung-katung sejak Minggu (10/05) pekan lalu sejak ditinggalkan awaknya.

AL Malaysia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kapal Angkatan Laut Malaysia melakukan patroli di perairan dekat perbatasan Thailand-Malaysia.
Kapal pengungsi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Salah satu kapal yang digunakan para pengungsi yang mendarat di Aceh Utara.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia mengambil kebijaksanaan mengusir kapal pembawa pendatang gelap asal Myanmar dan Bangladesh.

Juru bicara TNI, Mayjen Fuad Basya, kepada BBC Indonesia mengatakan <link type="page"><caption> para pengungsi yang berada di perairan Aceh diberi bantuan bahan bakar minyak dan juga makanan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150511_rohingya_tni" platform="highweb"/></link>namun diminta memutar arah agar tidak mendarat di wilayah Indonesia.

Diperkirakan masih ada ribuan lain pendatang yang masih terkatung-katung di laut.

Utusan khusus Organisasi Kerja Sama Islam, IOC, untuk Myanmar, Tan Sri Syed Hamid Albar, sudah menyerukan kepada Malaysia untuk mengizinkan agar 350 orang tersebut mendarat dengan alasan kemanusiaan.

Sebagian dari pendatang itu ada yang sudah <link type="page"><caption> sempat mendarat di Aceh dan Pulau Langkawi, Malaysia.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/05/150511_galeri_rohingya" platform="highweb"/></link>