Nasib migran Myanmar yang terdampar dikhawatirkan

Patroli AL Malaysia

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Polisi Maritim Malaysia mengadakan patroli di sekitar Pulau Langkawi, negara bagian Kedah.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan nasib 350 migran, termasuk sekitar 80 anak-anak, yang kini terdampar di tengah laut.

Migran tersebut diketahui berasal dari suku Rohingya di Myanmar. <link type="page"><caption> Mereka kehabisan bekal makanan dan minuman</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150512_dunia_pengungsi_rohingya" platform="highweb"/></link> selama empat hari terakhir.

Melalui sebuah organisasi yang menangani pengungsi Rohingya dari Myanmar, mereka mengaku banyak migran jatuh sakit tanpa makanan dan obat-obatan.

Dikatakan lebih lanjut mereka ditinggalkan begitu saja oleh awak kapal hari Minggu (10/05).

Namun sejauh ini lokasi mereka belum diketahui secara pasti. Sebelumnya diduga kapal berada di dekat perairan Pulau Langkawi, negara bagian Kedah, Malaysia.

Diperkirakan ribuan migran dari Myanmar dan Bangladesh terdampar di laut saat ini. Mereka tidak bisa mendarat di Thailand setelah pihak berwenang negara itu melancarkan operasi terhadap jaringan penyelundupan manusia.

Utusan khusus Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) untuk Myanmar Tan Sri Syed Hamid Albar menyerukan kepada perdana menteri Malaysia untuk mengizinkan 350 orang tersebut mendarat dan mencegah kapal tenggelam demi kemanusiaan.

Seruan disampaikan setelah pihak berwenang Malaysia menegaskan akan mengusir kapal migran dari perairan negara itu apabila kapal tidak berisiko tenggelam.