Serangan udara di Yaman, warga sulit mengungsi

Sumber gambar, epa
Warga sipil di Saada, Yaman utara, kesulitan untuk melarikan diri dari serangan udara yang dipimpin oleh Arab Saudi, ungkap berbagai laporan.
Serangan yang dimulai Sabtu (09/05) malam tersebut menargetkan <link type="page"><caption> pemberontak Houthi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150501_saudi_serangan_houthi" platform="highweb"/></link>.
Koordinator kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman, Johannes Van Der Klauuw, mengatakan ia "sangat prihatin" oleh dampak serangan udara terbaru di Yaman utara.
"Banyak warga sipil terjebak di Saada dan tidak dapat menggunakan transportasi karena kekurangan bahan bakar," jelasnya.
Perwakilan PBB di Yaman mengatakan pemboman yang dilakukan di daerah padat penduduk melawan hukum internasional.
Serangan udara menewaskan sedikitnya 1.400 orang, lebih dari setengahnya merupakan warga sipil, kata PBB.
Arab Saudi mengatakan serangan yang mereka lakukan bertujuan untuk mengembalikan kekuasaan presiden Yaman.
Dia mengungsi ke Arab Saudi beberapa pekan setelah pemberontak Houthi mengambil alih ibukota Yaman, Sanaa.
Pemberontak Houthi didukung oleh pasukan yang setia kepada mantan presiden Yaman.
Arab Saudi pada hari Jumat (08/05) mengatakan mereka menganggap Saada sebagai "zona militer" dan meminta kepada warga sipil untuk meninggalkan wilayah tersebut.












