Saudi kembali melakukan serangan udara ke Yaman

Sumber gambar, epa
Koalisi pimpinan Arab Saudi dilaporkan melakukan lebih dari 30 serangan udara di Yaman timur laut, setelah pemberontak Houthi menembaki sebuah kota Saudi di perbatasan.
Sejumlah sumber pemberontak mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa paling tidak 43 warga sipil tewas dan 100 orang terluka pada serangan udara di Provinsi Saada dan Hajjah tersebut.
Pihak koalisi menegaskan akan membalas <link type="page"><caption> serangan lintas batas pada hari Selasa (05/05) terhadap Najran yang menewaskan tiga orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150501_saudi_serangan_houthi" platform="highweb"/></link>.
Sementara itu, 22 badan kemanusiaan memperingatkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akan menghambat pekerjaan mereka.
Kekurangan bahan bakar akan menyebabkan seluruh masyarakat tidak mendapatkan akses terhadap air bersih, sementara fasilitas kesehatan harus ditutup atau tidak mampu memberikan layanan dasar.
"Jutaan orang menghadapi risiko, terutama anak-anak, dan dalam waktu dekat kami tidak akan mampu melakukan apa-apa," kata Edward Santiago dari organisasi sosial Save the Children.
Kelangkaan BBM juga menghambat pengiriman makanan di negara dimana sekitar 20 juta penduduk atau 80% dari populasinya diperkirakan akan mengalami kelaparan.
Berbagai badan kemanusiaan ini menepis rencana pihak koalisi untuk menerapkan "penghentian sementara (serangan) karena alasan kemanusiaan" untuk memungkinkan pengiriman bantuan.
Mereka mendesak diakhirnya pengakhiran konflik sesegera mungkin untuk selamanya.












