Bantuan Palang Merah kembali tiba di Yaman

Sumber gambar, epa
Pesawat kargo pembawa bantuan Palang Merah Internasional mendarat untuk kedua kalinya di ibu kota Yaman, Sanaa, di tengah pertempuran sengit antara kubu pemberontak Houthi dan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
“Kargo yang baru berbobot 35,6 ton. Dari jumlah itu, 32 ton merupakan bantuan obat-obatan dan sisanya alat pemurni air, generator listrik, dan tenda,” kata juru bicara Palang Merah, Marie Claire Feghali, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Sebelumnya, pada Jumat (10/04), <link type="page"><caption> Palang Merah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150405_yaman_palang_merah" platform="highweb"/></link> telah mengirim pesawat yang mengangkut 16 ton obat-obatan dan peralatan bedah. Pada saat bersamaan, badan PBB untuk anak-anak (Unicef) juga mengirim obat-obatan dan bahan makanan untuk 20 ribu anak-anak.
”Suplai yang kami bawa menentukan hidup dan mati bagi anak-anak dan keluarga mereka,” kata pejabat Unicef, Julien Harneis.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Johannes van der Klaauw, telah menyeru kepada semua pihak bertikai untuk melakukan gencatan senjata sehingga bantuan dapat disalurkan kepada warga sipil.

Sumber gambar, EPA
Sejauh ini, menurutnya, konflik telah menyebar ke 15 dari 22 provinsi di Yaman.
<link type="page"><caption> Kondisi paling parah terjadi di Aden</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/04/150407_yaman_aden_kotamati" platform="highweb"/></link>. Di sana, pertempuran sengit kedua kubu berlangsung di sudut-sudut kota serta kendali bandara dan pelabuhan tiap hari berganti.
Akibat situasi itu, sedikitnya sejuta orang tidak bisa menerima pasokan air bersih dalam beberapa hari mendatang.
Badan kesehatan dunia (WHO) mengatakan nyaris 650 orang tewas dan 2.200 lainnya cedera sejak 19 Maret. Namun, Van der Klaauw mengatakan jumlah itu amat mungkin jauh lebih tinggi karena korban boleh jadi langsung dimakamkan dan banyak korban tidak dibawa ke rumah sakit.













