Kepolisian Mesir harus diadili terkait kematian demonstran

Shaimaa Sabbagh

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tempat Shaimaa al-Sabbagh terbunuh dalam aksi protes di bulan Januari 2015.

Jaksa di Mesir mengatakan lembaga kepolisian Mesir harus diadili atas pembunuhan aktivis dalam aksi protes di Kairo bulan Januari.

Shaimaa al-Sabbagh meninggal dalam aksi demonstrasi damai yang menandai empat tahun digulingkannya <link type="page"><caption> Hosni Mubarak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/05/110513_mubarakdetention" platform="highweb"/></link>.

Detik kematiannya tertangkap kamera dan tersebar luas di internet.

Insiden ini mengakibatkan protes publik, dan memaksa Presiden Abdel Fattah el-Sisi memerintahkan penyelidikan.

Pada tanggal 24 Januari, Sabbagh dan temannya berjalan menuju Lapangan Tahrir di Kairo untuk mengenang revolusi tahun 2011, aksi ini direspon polisi dengan menembakkan gas air mata.

Di kamera dia terlihat jatuh ke tanah dan dibantu oleh seorang teman.

Kemarahan

Kematian Sabbagh, seorang pendukung politik liberal, penulis puisi dan ibu dari anak berumur lima tahun membuat rakyat Mesir marah.

Pihak berwajib berusaha membantah keterlibatan kepolisian atas kematian Sabbagh, lewat tayangan televisi Presiden Abdel Fattah el-Sisi berjanji akan melakukan investigasi penuh, dan menyebut Sabbagh sebagai "anak sendiri".

Jaksa Hisham Barakat menuntut kepolisian dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan Sabbagh dan mencederai demonstran lainnya.

Polisi Mesir dikritik keras terkait penanganan mereka terhadap aksi demonstrasi, menurut Human Rights Watch sekitar 1.150 orang terbunuh dalam aksi protes di bulan Juli dan Agustus 2013.

Menteri Dalam Negeri Mesir Mohammed Ibrahim adalah pihak yang bertanggung jawab terkait pasukan keamanan saat itu.

Pada tanggal 5 Maret, setelah kontroversi kematian Sabbagh, dia diberhentikan dari jabatannya.