FIFA desak Qatar lebih 'melindungi' pekerja pendatang

Sumber gambar, Reuters
FIFA mendesak Qatar untuk melakukan lebih banyak lagi dalam melindungi para pekerja pendatang dalam pembangunan sarana Piala Dunia 2022.
Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang sedang berkunjung ke ibukota Doha, Minggu 15 Maret.
Dalam kunjungan tersebut, Blatter juga menggelar pertemuan dengan Emir Qatar, Hamad al-Thani, selama sekitar 90 menit dan al-Thani dilaporkan menyampaikan 'komitmen pribadi' untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja pendatang.
"Amat penting bagi saya untuk mendapatkan kesempatan dalam mengetahui informasi langsung dari otoritas politik tertinggi menjelang pertemuan komite eksekutif pekan depan," jelas Blatter kepada para wartawan.
Selama ini duna internasional mengecam kondisi buruk yang diderita oleh para pekerja pendatang yang ikut membangun sarana piala dunia.

Sumber gambar, AFP
Kelompok pegiat hak asasi yang bermarkas di Amerika Serikat, Human Right Watch, mengakui ada beberapa upaya untuk meningkatkan kondisi pekerja namun masih dibutuhkan upaya yang lebih banyak.
Bulan Februari, <link type="page"><caption> para pekerja mengatakan kepada BBC bahwa kondisi mereka tetap buruk</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150223_qatar_pialadunia_pekerja" platform="highweb"/></link> dan ada yang tinggal di lingkungan yang tidak aman dan kotor.
Awal bulan ini, Qatar mengatakan akan meningkatkan jumlah pekerja pendatang sampai dua kali lipat di negara itu menjadi 2,5 juta orang hingga tahun 2020.
Hari Kamis 19 Maret, Komite Eksekutif FIFA akan memutuskan waktu penyelenggaran Piala Dunia 2022, yang sudah diusulkan untuk digeser ke akhir tahun karena cuaca yang amat panas di Qatar pada pertengahan tahun, yang biasanya menjadi penyelenggaraan piala dunia.










