Kondisi buruh bangunan stadion Qatar 'belum membaik'

Pekerja migran

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Sebagian pekerja migran yang bekerja di Qatar berasal dari negara-negara Asia Selatan.

Pekerja migran yang membangun berbagai stadion dan infrastruktur di Qatar untuk Piala Dunia 2022 mengatakan kepada BBC bahwa kondisi mereka belum membaik, beberapa bulan setelah Qatar menjanjikan reformasi ketenagakerjaan.

Mereka mengatakan tetapi tinggal di lingkungan yang tidak aman dan di lingkungan yang kotor.

Para buruh migran yang tidak mau disebutkan nama mereka, mengatakan sistem kefala yang berlaku di Qatar, yaitu buruh diperlakukan milik majikan masih berlaku sampai sekarang.

Selain itu, berdasarkan sistem kefala yang dianggap kontroversial, pekerja migran mengalami kesulitan untuk melarikan diri.

Pengakuan para buruh, lapor wartawan BBC Dan Roan, bertentangan dengan janji pemerintah Qatar beberapa bulan lalu.

Pihak berwenang berjanji akan merombak sistem ketenagakerjaan menyusul berbagai kecaman atas kondisi kerja buruh migran yang mengerjakan infrastruktur Piala Dunia 2022.

Sekitar 1.000 pekerja migran diperkirakan telah meninggal dunia sejak Qatar melakukan pembangunan besar-besaran setelah menang dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia.

Sejauh ini pemerintah Qatar menolak memberikan komentar atas pengakuan terbaru para buruh migran itu.

Sebelumnya Komite Penyelenggara Piala Dunia Qatar mengatakan <link type="page"><caption> "terkejut"</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/09/130926_qatar_pialadunia" platform="highweb"/></link> atas temuan penyelidikan terkait perlakuan terhadap para pekerja migran.